Merih??

Hari ini salah seorang teman baru saja mengupload photo-photo terbaru-nya dari negeri tetangga.Teman lainnya baru saja hari ini menyapaku dari negeri tetangga. Teman yang satu lagi baru hari ini mulai ramai meng-update status terbarunya dengan tempat tinggal nya yang baru dan aktifitas yang lumayan membuatnya gerah.

Baru seminggu yang lalu, saya menghantarkan teman berangkat ke negara tetangga. Dan dalam satu minggu ini ramai dibicarakan di mailing list tentang pro dan kontra melanjutkan kuliah ke negara tetangga. Dalam beberapa hari terakhir seseorang mendiskusikan keinginannya untuk bekerja di negera tetangga. Masih belum satu bulan seorang kaka menceritakan pengalamannya mengunjungi negara tetangga. Dan baru saja nih… saat saya menuliskan ini semua, seorang teman bercerita bahwa ada panggilan interview untuknya dari negara tetangga.

Hmmm…entah bagaimana harus kukatakan lagi, seketika sepertinya semuanya bikin aku merih. Awal tahun ini ramalan zodiakku berkata kalau akhir tahun ini saya akan berkunjung ke negara tetangga. Sepertinya semuanya membuatku bingung. Merih…kata orang sini..

memilih memelihara satu merpati

Sudah berulangkali saya coba log-in ke akun di salah satu penyedia blog gratis di Net, namun lagi-lagi saya kesal mengapa tidak bisa masuk. Ada pilihan bantuan me-refresh password yang telah ada sebelumnya. Namun sialnya lagi username yang saya gunakan adalah alamat e-mail yang justru saya lupa apa passwordnya hmmmm… sangat tidak masuk akal jika kemudian ’sang host’ blogger meminta kembali mengisikan alamt e-mail tersebut, dan saya dapat me-reset password saya dari e-mail tersebut, heh…? (kalau saya bisa log-in dari tadi, saya juga tidak akan minta pilihan bantuan om!)

Akhirnya saya memutuskan merelakan saja blog saya tersebut dengan niat aka membuat blog baru yang lebih kreatif. Saya terpikir juga kalau nanti saya buat blog baru lagi akan bisa tetap diupdate ga yah?? Saya ragu.. Jadi saat ini saya sedang mempertimbangkan untuk membuat sebuah blog baru lagi…atau fokus dengan satu blog yang akan saya pelihara terus.

Ternyata menulis itu tak semudah keinginanku

Belajar menuliskan apa yang ada di dalam otak menjadi sebuah tulisan ternyata sangat sulit. Lama sudah berhenti untuk mengungkapkan apa yang ada dalam hati namun selalu terusik untuk menyentuh keyboard yang terlentang di atas meja. Satu yang tak kupunya adalah kesabaran dan ketekunan. Thanks to everyone who wrote on the media. Thanks to every editor who keep the reading still interest. Bagaimana aku akan menulis lagi..ingin mengubah waktu menjadi berguna..tunggu waktuku.